Mesir Bergejolak, Apa dampaknya pada Indonesia?

Sudah hampir 1 minggu lebih siaran televisi swasta di Indonesia banyak menyiarkan berita-berita tentang kerusuhan yang terjadi di Mesir. Sebenarnya apa sih yang sedang terjadi disana? Rakyat Mesir sangat kesal dengan kepemimpinan Husni Mubarak yang tidak mementingkan kepentingan rakyatnya. Segala peraturan perundang – undangan dibuat secara seenaknya oleh Rezim H.Mubarak ini. Peraturan perundang-undangan ini mengakibatkan pemilihan umum dinegara Mesir dapat diutak – atik oleh Rezim ini. Selama hampir lebih dari 3 dekade, rezim Mubarak ini sudah berkuasa.Masalah keadilan sosial, pengangguran, dan kenaikan harga komoditi, merupakan pemicu gelombang unjuk rasa di Mesir.

 

Masyarakat yang Pro terhadap Rezim Mubarak tetap bersikukuh untuk mendukungnya dibertemukan oleh masyarakat yang Anti Mubarak di Tahrir Square. Sudah jelas, bentrokan terjadi, tidak ada militer yang terlihat di TKP. Nampaknya pemerintah Mesir sudah ingin membunuh rakyatnya sendiri dengan kerusuhan-kerusuhan ini. Akibatnya, sudah banyak masyarakat yang dirugikan dari kerusuhan ini, bayangkan saja bahan pangan dan sandang menjadi langka disana. Bidang pendidikan pun ikut menjadi bulan-bulanan para demonstran. Sebuah museum yang terletak tidak jauh dari Tahrir Square terbakar akibat bom molotov yang dilempar demonstran. Museum Nasional Mesir sendiri merupakan museum berkelas dunia. Museum ini menyimpan koleksi artefak yang tidak ternilai harganya dari zaman Firaun dulu. Mayat Ramses III yang merupakan Firaun zaman Nabi Musa juga dipamerkan di Museum ini. Bayangkan jika isi dari museum ini habis terlalap si jago merah, dunia pasti akan merasa kehilangan karenanya.

Di Indonesia sendiri dikabarkan ada seorang WNI yang tewas dalam kejadian tersebut. Imanda Amalia (28 tahun), seorang warga negara Indonesia dan anggota (UNRWA) telah tewas dalam kerusuhan di Mesir.Imanda adalah staf dari badan PBB United Nations Relief and Works Agency (UNRWA). UNRWA adalah badan PBB yang bertugas menangani wilayah konflik di Palestina dan Lebanon. Namun pemerintah RI menyangkal bahwa Imanda bukanlah WNI melainkan Warga Negara Australia yang kedua orang tuanya tinggal di Indonesia.

Sedang dilihat dari segi harga minyak, Mesir merupakan negara yang mengelola Terusan Suez. Yaitu tempat kapal-kapal tanker pembawa minyak bersandar. Tidak dapat dipungkiri, kerusuhan Mesir saat ini mengakibatkan harga minyak melambung tinggi yang pada awalnya dikisaran 80-85$ per barrel, saat ini menjadi 100$ perbarrel. Dapat dilihat, pemerintah akan kocar-kacir jika melihat perkembangan harga seperti ini. APBN yang digunakan dapat dipastikan melampaui kapasitas. Jadi berdoalah para warga negara Indonesia, semoga kerusuhan di Mesir dapat mereda dengan cepat. Gw sendiri sih ogah bayar mahal-mahal buat beli bensin, Lo ndiri juga bakal taukan apa akibatnya dari harga bensin naik? Biaya transportasi yang berkaitan dengan distribusi akan mengakibatkan kenaikan harga di berbagai macam kebutuhan baik pangan, sandang dan papan.

About kangadit93
gw lahir di jakarta tahunnya ga perlu tahulah,masih muda kok gw..wkwkwk pokoknya.. KEEP MOVIN FORWARD!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: